DPRK Komisi B Tegaskan Kuota Minyak Tanah Subsidi Sudah ada akan Rapat dengan PERTAMINA dan Agen bersama Pemerintah Daerah 

 

Nabire, sejumlah anggota komisi B menjawab pertanyaan dari OPD terkait soal perkembangan pelayanan minyak tanah subsidi yang masihmenjadi sorotan warga masyarakat.
Dua anggota komisi B Musa Malisa dan Popy Maya Amir menjawab pengaduan warga masyarakat lewat OPD terkait. Pengaduan tersebut membahas soal perkembangan kuota minyak tanah subsidi di Kabupaten Nabire yang menjadi sorotan hal ini menjadi pro dan kontra antara warga dan pemilik pangkalan serta pemerintah daerah namun hari ini tanggal 16 Maret siang di kantor DPRK Popy Maya Amir sebagai wakil rakyat menegaskan kami sudah bertemu dengan pihak BP MIGAS dari komisi B tentang kuota minyak tanah subsidi yang kami pertanyakan kenapa belum ada laporan oleh sebab itu kami akan rapat bersama untuk membahas tentang agen-agen dan PERTAMINA supaya segera melayani masyarakat dengan mengurus persyaratan lewat pemerintah daerah.
Pertemuan bersama anggota komisi B Kabupaten Nabire dan pihak terkait pemerintah daerah serta pihak media rencana pengawasan akan segera dilakukan.
Anggota komisi B Musa Malisa disaat sebelum membahas BBM subsidi dirinya juga berpesan agar pemerintah daerah bersama-sama dengan kami memperhatikan masyarakat tidak mampu karna kondisi saat ini sangat memprihatinkan pasalnya warga yang tidak mampu setelah hasil pantauan kami tidak akan bisa belanja dengan kondisi harga barang yang diduga tidak stabil.
Kata Musa Malisa hanya orang-orang tertentu yang bisa belanja dengan harga barang maupun harga daging dan sembako tapi warga miskin atau tidak mampu sangat sulit melewati jalur tersebut karna perputaran uang tidak bagus di tengah masyarakat. Musa Malisa menambahkan pasar mama-mama Papua jangan orang pendatang yang jual baik disewa atau dibeli karna itu hak mama-mama papua agar mereka bisa hidup dengan usaha mereka walaupun usahanya kecil juga jangan menggunakan mama-mama Papua atau nama orang Papua untuk mendapat proyek padahal hasilnya diinves ke kota lain.
Warga berterima kasih kepada komisi B DPRK Nabire setelah konfirmasi media ini warga juga menyayangkan ada oknum-oknum pengusaha di Nabire yang kredit di bank Kabupaten Nabire tapi diduga uangnya diinves ke luar Papua ini penyebabnya mata uang tidak beredar di Nabire dan dampaknya data beli rendah.
Warga rapat sekilas antara komisi B dan OPD terkait di DPRK Nabire untuk menjawab kepentingan masyarakat kata Popy Maya Amir kami dipilih oleh rakyat sekarang kami bekerja untuk rakyat . Rencana pembahasan penambahan kuota minyak tanah subsidi di kabupaten nanti sudah ada kami siap gelar rapat.

Tinggalkan Balasan