Warga Resah Masalah Harga Ojek

Nabire, warga masyarakat resah dengan harga ojek yang tidak jelas pasalnya jarak dan ongkos tidak sesuai oleh sebab itu warga harap pemerintah menertibkan pelayanan ojek.
Salah seorang warga yang tak diberitakan namanya mengeluh tentang perkembangan ojek yang melayani di Kabupaten Nabire diduga ada oknum-oknum ojek yang memasang harga sesuka hati yang dekat saja mereka sudah bikin harga sembarang apa lagi yang jauh warga mengaku dari terminal oyehe sampai di kotalama harganya kan 5 ribu kadang-kadang kami diperas sampai dua puluh ribu bahkanereka sampai mengeluarkan nada bahasa yang kasar.
Warga harap kepada pemerintah untuk membantu kendaraan subsidi roda empat agar bisa melayani warga yang tidak mampu salah seorang pensiunan pegawai perhubungan mengatakan perkembangan pelayanan ojek memang berdampak sangat besar berdampak kepada harga transport yang tidak jelas antara batas dan jumlah uang kedua sangat beresiko jaraknya jauh penumpang yang numpang di ojek saat cuacanya musim hujan sangat terganggu untuk penumpang seperti surat-surat penting.
Warga Papua mengajak agar orang Papua asli dan orang pendatang Papua harus ojek untuk membantu masyarakat Papua yang tidak mampu mengingat ada oknum-oknum ojek dari luar Papua mereka suka memanfaatkan situasi untuk memeras penumpang dengan harga tidak jelas seperti kejadian didepan super market minggu kemarin penumpang yang jaraknya dekat ke pantai Nabire memeras penumpang sampai 20 ribu hal ini yang sangat mengecewakan warga masyarakat terutama mama-mama Papua mereka yang berjualan dengan hasil yang pas-pasan namun membayar ojek dengan harga yang tidak jelas dengan jarak kadang+kadang tarifnya 5 ribu diminta 10ribu kadang-kadang tarifnya 10ribu diminta 15 sampai 20ribu warga Papua mohon pemerintah daerah DPRD untuk bantu subsidi kendaraan antar jemput warga Papua yang jualan dipasar termasuk transport hari-hari.

Tinggalkan Balasan