Data Bansos Kacau, Warga Miskin Tak Tersentuh Bantuan! Ini Solusi Pendataan yang Diusulkan
Nabire, 4 Juli 2025 – Penyaluran bantuan sosial (bansos) yang seharusnya menyasar masyarakat miskin kembali menuai sorotan tajam. Di banyak wilayah, termasuk di tingkat RT, RW, dan kelurahan, ditemukan bahwa data penerima bansos tidak akurat dan cenderung tidak tepat sasaran.
Tak sedikit kasus di mana warga yang sudah meninggal atau tergolong mampu justru menerima bantuan, sementara warga miskin yang seharusnya berhak malah tak tersentuh bantuan sama sekali. Situasi ini menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseriusan petugas pendata dan perangkat RT/RW maupun pihak kelurahan dalam melakukan pendataan sejak awal. Akibatnya, data yang dikirim ke Dinas Sosial kabupaten maupun provinsi menjadi tidak akurat dan menyesatkan kebijakan.
Solusi pun disampaikan. Diperlukan pendataan ulang secara menyeluruh dengan melibatkan Ketua RT, RW, Lurah, tokoh gereja, serta didukung oleh tim khusus dari Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial kabupaten dan provinsi.
Langkah selanjutnya, nama-nama penerima bansos wajib diumumkan secara terbuka dengan cara ditempel di kantor kelurahan. Hal ini untuk memberi kesempatan kepada masyarakat melakukan kontrol sosial. Setelah masa koreksi dan perbaikan, data yang telah valid baru bisa diajukan ke Dinas Sosial untuk proses lebih lanjut ke pusat.
Sebagai catatan, kampung tidak menerima bansos tersebut karena sudah mendapatkan dana desa.
Pendataan ulang yang akurat dan transparan diyakini akan menciptakan distribusi bansos yang lebih adil dan tepat sasaran.
*Penulis : Aleks Kamiroki, Tokoh Partai HANURA Nabire





