Bagang Merajalela di Nabire, Nelayan Lokal Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Nabire, 19 Februari 2026 – Maraknya aktivitas nelayan bagang di wilayah perairan sekitar kepulauan Kabupaten Nabire dikeluhkan warga Papua asli yang selama ini menggantungkan hidup sebagai nelayan tradisional.
Ketua RT 02 Jalan Honai, Kelurahan Nabarua, Abner Rumatrai, menyampaikan bahwa keberadaan bagang yang semakin banyak dinilai berdampak langsung terhadap penurunan hasil tangkapan nelayan lokal.
Menurutnya, nelayan tradisional yang menggunakan metode manual seperti pancing dan alat tangkap sederhana kini semakin sulit memperoleh ikan karena area tangkap didominasi bagang yang beroperasi dan parkir di laut dalam waktu lama.
Abner meminta pemerintah daerah bersama DPR Kabupaten dan Majelis Rakyat Papua (MRP) segera mengambil langkah konkret, salah satunya melalui penerbitan Peraturan Daerah (Perda) kampung guna melindungi hak-hak nelayan asli Papua.
Ia menegaskan, regulasi tersebut penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus melindungi ekosistem laut dan satwa langka seperti hiu, paus, kura-kura laut, serta biota laut lainnya agar tidak terancam punah.
Selain itu, Abner juga berharap pemerintah memberi perhatian serius terhadap kesejahteraan warga kepulauan, termasuk penyediaan transportasi laut yang layak bagi tenaga guru, tenaga kesehatan, maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami berharap ada komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat kepulauan. Kurangnya perhatian bisa berdampak pada keamanan dan perekonomian warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat kepulauan juga membutuhkan bantuan usaha bagi warga Papua yang layak menerima agar roda ekonomi tetap berjalan dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
Abner Rumatrai berharap pemerintah segera menertibkan aktivitas nelayan bagang yang dinilai mengganggu ruang tangkap nelayan kecil.
“Penghasilan nelayan tradisional menurun karena bagang menguasai laut. Kami hanya ingin hak nelayan kecil tetap dilindungi,” tegasnya.

(Samuel Dimara)

Tinggalkan Balasan