Warga Nabire Desak Pembangunan Jembatan Sanoba Bawah yang Terbengkalai Bertahun-tahun
Nabire, 3 Juli 2026 – Warga Sanoba Bawah, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, kembali menyuarakan harapan agar pemerintah segera membangun kembali Jembatan Sanoba Bawah yang menghubungkan kawasan tersebut dengan Pantai Gedo dan Kampung Waharia. Hingga kini, jembatan yang menjadi jalur utama transportasi masyarakat itu belum juga dibangun, sehingga berbagai aktivitas warga masih mengalami hambatan.
Seorang Ketua RT di lingkungan Pantai Sanoba Bawah yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kepada media bahwa masyarakat telah lama menantikan perhatian pemerintah terhadap pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, putusnya Jembatan Sanoba Bawah telah membatasi mobilitas warga, mulai dari pelajar, guru, pegawai, petani hingga nelayan yang setiap hari harus melintasi kawasan tersebut.

“Harapan kami sederhana, pemerintah segera membangun kembali jembatan ini karena masyarakat sangat membutuhkannya,” ujar Ketua RT.
Ia mengungkapkan, persoalan tersebut sebenarnya telah disampaikan sejak beberapa tahun lalu. Berdasarkan dokumentasi wawancara media pada 2 Mei 2022, dampak putusnya jembatan sudah sangat dirasakan masyarakat.
Saat itu, para pelajar terpaksa menyeberangi sungai dengan melepas sepatu agar bisa berangkat ke sekolah. Kondisi serupa juga dialami para guru, pegawai, petani, dan nelayan yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut.
Selain menghambat akses transportasi, putusnya jembatan juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

Pantai Gedo yang selama ini menjadi salah satu lokasi wisata masyarakat Nabire kini tidak lagi ramai seperti sebelumnya. Akibatnya, peluang usaha warga yang berjualan di kawasan wisata tersebut ikut menurun sehingga perputaran ekonomi masyarakat menjadi terbatas.
Ketua RT mengaku telah berulang kali menyampaikan aspirasi kepada berbagai pihak, termasuk melalui media. Namun hingga kini belum ada perkembangan yang berarti terkait pembangunan kembali Jembatan Sanoba Bawah.
Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan media kepada instansi terkait juga kerap mengalami kendala sehingga informasi mengenai rencana pembangunan jembatan belum diperoleh secara jelas.
Pantauan media di lokasi sekitar pukul 12.50 WIT menunjukkan kondisi Jembatan Sanoba Bawah kini semakin memprihatinkan. Area bekas jembatan telah dipenuhi rumput dan alang-alang, sementara bantaran sungai dinilai memerlukan pembangunan talut guna mengantisipasi abrasi.
Warga juga berharap aktivitas penambangan material atau galian C di sekitar kawasan Jembatan Sanoba Bawah, Kali Kimi, dan Kali Korowa dapat dikurangi atau dihentikan sementara selama musim hujan guna meminimalkan risiko banjir.
Melalui pemberitaan ini, masyarakat Sanoba Bawah berharap Pemerintah Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui dinas terkait segera memberikan perhatian serius terhadap pembangunan kembali Jembatan Sanoba Bawah yang telah bertahun-tahun belum menunjukkan perkembangan.
Bagi warga, kehadiran jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan akses vital yang mendukung pendidikan, pelayanan publik, aktivitas ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat.
(Sam Dimara)





