Harga Minyak Goreng di Nabire Dikeluhkan Warga, Daya Beli Masyarakat Kian Menurun

Nabire, 26 Juni 2026 – Perkembangan harga bahan kebutuhan pokok (sembako) di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, kembali dikeluhkan masyarakat. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah harga minyak goreng kemasan 2 liter yang dinilai masih tinggi sehingga memberatkan kebutuhan rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Seorang warga Nabire yang diwawancarai pada Kamis (25/6/2026) pukul 14.33 WIT mengungkapkan bahwa harga minyak goreng saat ini sudah sulit dijangkau oleh sebagian masyarakat. Menurutnya, minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap hari, namun tingginya harga membuat daya beli masyarakat semakin menurun.
“Harga minyak goreng kemasan 2 liter sudah mahal. Yang mampu membeli hanya masyarakat menengah ke atas. Bagaimana dengan masyarakat yang kurang mampu? Selain membeli minyak goreng, kami juga harus membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya dengan pendapatan yang sangat terbatas,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata untuk membantu masyarakat, termasuk mencari solusi agar harga minyak goreng dapat kembali stabil atau lebih terjangkau.
Di sisi lain, distributor juga menghadapi tantangan karena harga barang dari pemasok diduga mengalami kenaikan. Kondisi tersebut berdampak langsung kepada konsumen yang semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat melemahnya daya beli masyarakat.
Sementara itu, upaya konfirmasi media kepada dinas terkait di Kabupaten Nabire belum membuahkan hasil. Saat mendatangi kantor dinas, pihak media tidak berhasil menemui kepala bidang yang berwenang karena tidak berada di tempat.
Media berharap dinas terkait dapat membuka ruang komunikasi kepada publik mengenai perkembangan harga kebutuhan pokok serta langkah-langkah pengawasan perdagangan yang telah dilakukan.
Masyarakat juga berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan program pasar murah atau bentuk bantuan lainnya guna meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah yang terdampak kenaikan harga sembako.

(Sam Dimara)

Tinggalkan Balasan