Tips Aman di Era AI: Pemilik Media IT Imbau Masyarakat Cermat Menyaring Informasi dan Hindari Hoaks
Nabire, 9 Juli 2026 – Seorang pemilik media IT berbadan hukum di Nabire mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), membuat masyarakat harus semakin waspada terhadap penyebaran informasi yang belum tentu benar.
Ia menjelaskan bahwa media sosial telah menjadi salah satu sarana komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain digunakan untuk berkomunikasi, media sosial juga menjadi sumber informasi yang diakses oleh banyak orang.
Namun demikian, masyarakat diminta untuk tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar. Pembaca disarankan melakukan pengecekan fakta dengan membandingkan informasi tersebut melalui media resmi atau media berbadan hukum yang menerapkan proses konfirmasi sebelum menerbitkan sebuah berita.
“Media resmi selalu berupaya melakukan konfirmasi dan verifikasi data sebelum informasi dipublikasikan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa kebenaran suatu berita sebelum mempercayai atau membagikannya,” ujarnya.
Menurutnya, di era AI saat ini berbagai konten, baik berupa foto, video, maupun suara, dapat dimanipulasi dengan teknologi yang semakin canggih. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus lebih teliti agar tidak mudah terjebak oleh informasi palsu atau hoaks.
Selain mengingatkan tentang pentingnya literasi digital, ia juga memberikan sejumlah saran terkait keamanan penggunaan perangkat komunikasi.
Masyarakat diimbau untuk tidak meminjamkan telepon genggam (HP), laptop, atau perangkat pribadi kepada orang yang tidak dikenal. Pasalnya, perangkat tersebut biasanya menyimpan berbagai data penting, mulai dari akun pribadi, dokumen keluarga, hingga informasi keuangan.
Apabila perangkat mengalami kerusakan dan harus diservis, pengguna juga disarankan terlebih dahulu mencadangkan atau memindahkan arsip penting agar data tetap aman.
Tak hanya itu, ia menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan penggunaan ponsel khusus untuk mengakses layanan perbankan, seperti transaksi ATM maupun mobile banking. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi risiko penyalahgunaan data apabila perangkat utama mengalami gangguan keamanan.
Di akhir keterangannya, ia mengajak masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan di era digital serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Bijak menggunakan teknologi, selalu lakukan verifikasi informasi, dan hindari penyebaran berita hoaks demi menciptakan ruang digital yang aman bagi semua,” tutupnya.
(Sam Dimara)





