Pesan Khotbah di GBI Karang Mulia Nabire: Siapa Memberkati Sesama Akan Menerima Berkat Tuhan
Nabire, 20 Juli 2026 – Jemaat GBI Karang Mulia Nabire menerima pesan tentang pentingnya mempraktikkan hukum kasih dalam ibadah Minggu pukul 10.00 WIT, 19 Juli 2026.
Seorang hamba Tuhan mengajak seluruh jemaat untuk tidak hanya mendengar firman, tetapi juga melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari dengan memberkati sesama tanpa membedakan latar belakang.
Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa setiap orang percaya perlu memiliki hati yang murah dan peduli kepada orang lain. Menurutnya, seseorang yang dengan tulus memberkati sesama menunjukkan ketaatan kepada Tuhan dan layak menerima berkat-Nya.
Ia mengingatkan jemaat agar tidak memilih-milih dalam berbuat baik. Kasih Tuhan, katanya, berlaku bagi semua orang sehingga setiap orang percaya juga perlu menunjukkan kasih kepada siapa pun yang membutuhkan pertolongan.
Sebagai contoh, ia mengutip pesan yang sering disampaikan oleh Pdt. Daniel Aleksander. Dalam berbagai khotbahnya, Pdt. Daniel mengajak setiap orang untuk selalu bertanya kepada diri sendiri setiap kali menerima berkat.
“Hari ini saya harus memberkati siapa?” demikian pesan yang sering disampaikan Pdt. Daniel Aleksander kepada jemaat.
Menurutnya, pertanyaan sederhana tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan berbagi dan menjadikan setiap berkat yang diterima sebagai kesempatan untuk menolong orang lain.
Hamba Tuhan tersebut kemudian menjelaskan prinsip firman Tuhan melalui ilustrasi hukum tabur tuai. Ia menggambarkan seorang petani yang menabur benih sedikit akan menuai sedikit, sedangkan petani yang menabur banyak akan memperoleh hasil yang lebih banyak.
Ilustrasi itu, katanya, berlaku pula dalam kehidupan rohani. Ketika seseorang rela membantu orang yang lapar, sakit, atau sedang menghadapi berbagai kesulitan hidup, Tuhan akan membalasnya sesuai dengan ukuran kasih dan kemurahan hati yang diberikan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang percaya perlu hidup jujur dan berjalan sesuai kehendak Tuhan. Dengan kehidupan yang taat, Tuhan akan membawa umat-Nya mengalami berbagai penyertaan dan pertolongan yang nyata.
Selain itu, jemaat diajak untuk tidak berhenti pada pengetahuan firman semata. Firman Tuhan harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kasih, kepedulian, serta kehidupan yang menghasilkan buah-buah Roh.
Sebagai penegasan, ia mengutip ilustrasi tentang pokok anggur yang benar. Menurutnya, setiap orang yang tetap tinggal di dalam Tuhan akan menghasilkan buah yang baik, dipimpin oleh Roh Kudus, serta memperoleh pemeliharaan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.
Menutup khotbahnya, hamba Tuhan tersebut mengajak jemaat untuk terus setia menantikan kedatangan Tuhan dengan tetap hidup sesuai firman-Nya. Ia mengingatkan bahwa orang percaya perlu mempersiapkan diri melalui kehidupan yang penuh kasih, ketaatan, dan kesetiaan sambil menantikan penggenapan rencana Tuhan sebagaimana tertulis dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
(Sam Dimara)





