(Mantan Pemabuk di Nabire Bagikan Kesaksian, Ajak Generasi Papua Menjauhi Miras)

Mantan Pemabuk di Nabire Bagikan Kesaksian, Ajak Generasi Papua Menjauhi Miras

Seorang warga di Nabire yang mengaku telah meninggalkan kebiasaan mengonsumsi minuman keras (miras) membagikan kesaksiannya dan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Papua, untuk menjauhi minuman beralkohol.
Kesaksian tersebut disampaikan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 14.30. Warga yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan pengalaman bertahun-tahun hidup dalam kebiasaan mabuk membuat dirinya menyadari banyak dampak buruk yang harus dihadapi setelah memutuskan berhenti.
Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi miras bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang menjalani kehidupan sehari-hari, hubungan dengan keluarga, serta kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana.
“Puluhan tahun menjadi pemabuk hanya menumpuk racun dalam tubuh. Ketika ingin keluar dari kebiasaan itu, membutuhkan waktu yang panjang. Cara berpikir juga tidak lagi seimbang dan masa depan bisa rusak,” ungkapnya dalam kesaksian tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa alasan mengonsumsi miras untuk sekadar mencari hiburan sering kali berujung pada persoalan lain. Menurut pengalaman yang disampaikannya, sebagian orang yang pulang dalam kondisi mabuk justru terlibat pertengkaran dengan keluarga atau mengganggu ketenteraman lingkungan.
Karena itu, ia berharap masyarakat mulai membangun lingkungan yang mendukung pola hidup sehat dan bebas dari ketergantungan minuman beralkohol.

Pendidikan Literasi Dinilai Penting

Kesaksian tersebut juga menyoroti pentingnya pendidikan bagi generasi muda Papua. Literasi mengenai bahaya miras dinilai perlu diberikan bukan hanya di sekolah, tetapi juga melalui lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan komunitas adat.
“Kalau generasi bisa diselamatkan dari bahaya miras, keluarga juga ikut diselamatkan,” pesannya.
Ia berharap anak-anak Papua dari berbagai latar belakang suku dapat memilih pergaulan yang sehat dan tidak mudah terpengaruh untuk mencoba minuman keras.
Sejumlah warga yang telah meninggalkan kebiasaan tersebut, lanjutnya, juga mulai menyampaikan pengalaman mereka melalui kesaksian dan penginjilan di berbagai tempat, termasuk terminal dan ruang publik lainnya. Pesan yang dibawa adalah pentingnya meninggalkan kehidupan lama dan memulai kehidupan yang baru.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak lagi menjadikan mabuk-mabukan sebagai bagian dari gaya hidup. Menurutnya, generasi Papua perlu lebih serius mengejar pendidikan, menjaga kesehatan, bekerja keras, serta menjalankan kehidupan beragama sesuai keyakinan masing-masing.
Kesaksian tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa upaya mencegah penyalahgunaan minuman beralkohol membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh lingkungan masyarakat.

(Sam Dimara)

Tinggalkan Balasan