Sebarkan Hoaks Bertentangan dengan Ajaran Tuhan, Hamba Tuhan di Nabire Ajak Umat Jaga Kasih dan Kebenaran
Nabire, 21 Juni 2025 – Penyebaran berita hoaks atau informasi palsu tidak hanya merugikan masyarakat secara sosial, tetapi juga bertentangan dengan ajaran Tuhan. Hal ini disampaikan oleh seorang hamba Tuhan melalui platform mimbar online Radar Papua Tengah, yang menegaskan bahwa dalam firman Allah, setiap umat diajarkan untuk hidup dalam kasih, bukan dalam kebencian atau fitnah.
“Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya menyebarkan kebohongan, terlebih kita sebagai anak-anak Tuhan harus menjunjung tinggi kasih. Dalam kasih tidak ada iri hati, amarah, atau keinginan menjatuhkan orang lain,” ujarnya.
Sang hamba Tuhan juga menyoroti fenomena penyebaran hoaks yang dilatarbelakangi oleh iri hati dan krisis moral. “Orang yang suka menyebarkan hoaks adalah orang yang secara mental mengalami kekosongan hikmat. Ia tidak mampu membedakan mana yang baik dan tidak baik,” tambahnya.
Seorang pendeta bergelar doktor (yang tidak disebutkan namanya) menyatakan bahwa orang yang menyebarkan hoaks menunjukkan mentalitas sesat dan krisis wawasan, serta tidak mencari hikmat dari Tuhan untuk berpikir jernih. Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan sesama tanpa mengenal latar belakang, serta tidak mudah menyebarkan pernyataan yang belum jelas kebenarannya.
Di tengah perkembangan pelayanan oleh pemerintah, tokoh agama, dan pengusaha di Nabire, sang pendeta mengingatkan agar masyarakat tetap menghormati satu sama lain, khususnya kepada para pedagang yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial ekonomi.
“Kita sebagai anak Tuhan harus menyelesaikan masalah dengan baik, duduk bersama, berdoa, dan meminta pertolongan Tuhan. Jangan sebarkan kebencian, karena manusia selalu punya kekurangan. Dan ingat, pemerintah adalah wakil Allah, hormatilah mereka,” tutupnya dengan penuh pesan damai.
(Sam Dimara)






