(Pdt. Daniel Alexander)

Pdt. Daniel Alexander Ajak Umat Hidup Baru dan Meninggalkan Sifat-Sifat “Raksasa” yang Bertentangan dengan Firman Tuhan

Nabire, Renungan Firman Tuhan yang disiarkan melalui mimbar online Radar Papua Tengah mengangkat pesan khotbah Pdt. Daniel Alexander tentang pentingnya hidup dalam pembaruan serta meninggalkan “sifat-sifat raksasa” yang masih melekat dalam kehidupan orang percaya. Pesan tersebut menjadi ajakan bagi umat Kristen untuk tidak hanya memahami Firman Tuhan secara teori, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam khotbah yang disampaikan saat melakukan pelayanan penginjilan di Balikpapan, Pdt. Daniel Alexander menggunakan ilustrasi “sifat-sifat raksasa” sebagai gambaran karakter lama yang masih menguasai kehidupan seseorang. Menurutnya, sifat seperti ketamakan, kebencian, serta keengganan mengampuni merupakan bentuk dosa yang harus ditinggalkan melalui pertobatan yang sungguh-sungguh.
Mengacu pada Kolose 3:5, Pdt. Daniel mengajak jemaat membuka dan merenungkan ayat tersebut sebagai dasar untuk mengevaluasi diri. Ia mengingatkan bahwa setiap orang, termasuk pelayan Tuhan, perlu bertanya kepada dirinya sendiri apakah masih ada “raksasa-raksasa” yang belum dimatikan dalam hidupnya.
“Kadang-kadang kita mengaku sebagai pelayan Tuhan, tetapi perlu mengevaluasi diri. Masih adakah sifat-sifat raksasa yang tersembunyi dalam hidup kita? Jangan hanya berteori tentang Firman Tuhan, tetapi lakukanlah agar buah-buah Roh nyata dalam kehidupan kita,” ujar Pdt. Daniel Alexander dalam khotbahnya.
Ia menjelaskan bahwa sifat-sifat tersebut sering kali dilakukan tanpa disadari atau bahkan disembunyikan dari orang lain. Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk hidup sebagai ciptaan baru sebagaimana Firman Tuhan menyatakan bahwa “yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Dalam penjelasannya, Pdt. Daniel menegaskan bahwa sifat-sifat “raksasa” merupakan karakter yang bertentangan dengan Firman Tuhan karena dapat membawa seseorang jatuh ke dalam dosa. Ia mengingatkan agar umat menjauhi ketamakan, kebencian, serta sikap suka membenci orang lain. Sebaliknya, setiap orang percaya didorong untuk mengutamakan kasih, pengampunan, dan ketaatan kepada Tuhan dalam segala keadaan.
Menurutnya, hidup manusia merupakan anugerah Tuhan sehingga setiap orang perlu menjaga hati dan terus hidup dalam kasih karunia-Nya. Ia juga mengingatkan pentingnya mengampuni sesama, sebab mengabaikan perintah Tuhan dapat membawa seseorang hidup jauh dari kehendak Allah.
Pdt. Daniel Alexander dikenal sebagai salah satu tokoh penginjil yang telah melayani di berbagai daerah, bahkan hingga ke berbagai negara. Dalam pelayanannya, ia terus mengajak masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku maupun budaya, agar hidup menjadi berkat bagi sesama.
Pesan serupa juga disampaikan ketika melayani komunitas Yayasan Pesat di Kabupaten Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah. Setelah menyampaikan khotbah, Pdt. Daniel mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa siap menjadi berkat bagi orang lain melalui kehidupan yang mencerminkan kasih Kristus.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pesat, Pdt. Eliezer Edo, turut mengingatkan jemaat agar tidak pernah lelah melayani Tuhan. Ia mengajak setiap orang untuk tetap semangat bekerja di ladang Tuhan sesuai dengan profesi dan panggilan masing-masing, sehingga kehidupan orang percaya dapat menjadi kesaksian yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

(Samuel Dimara)

Tinggalkan Balasan