Natal Tinggal Hitungan Hari! Umat Kristen di Nabire Bersiap Sambut Kelahiran Yesus

Nabire, 17 November 2025 – Bulan Desember kembali tiba, menghadirkan suasana sakral bagi umat Kristen di seluruh dunia, termasuk di Kabupaten Nabire. Dengan sisa sekitar kurang dari sebulan menjelang perayaan 25 Desember 2025, sukacita Natal mulai terasa di berbagai sudut kota. Hari raya ini diperingati sebagai kelahiran Tuhan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat yang lahir di kandang sederhana di Betlehem.

Kisah kelahiran Yesus dimulai dari ketaatan Bunda Maria, seorang perempuan yang dipilih Allah, didampingi oleh Yusuf. Yesus Kristus hadir ke dunia melalui karya Roh Kudus, menggenapi nubuat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam 1 Yohanes 1:1 ditegaskan, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Ayat ini menjadi dasar iman bahwa Firman itu telah menjadi manusia, yakni Yesus Kristus yang kelahirannya dirayakan setiap tanggal 25 Desember.
Menurut seorang hamba Tuhan di Nabire, tanggal 25 Desember telah menjadi kesepakatan umat Kristen sedunia sebagai hari kelahiran Tuhan Yesus. Namun, ia mengingatkan agar umat tidak hanya menjadi “Kristen Natalan”, yang pergi beribadah hanya saat Natal. Ibadah Minggu seharusnya menjadi komitmen rutin bagi setiap orang percaya.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun umat Kristen memiliki denominasi, organisasi, dan tata ibadah yang berbeda, semuanya tetap satu dalam menyembah Tuhan Yesus Kristus. Perbedaan itu bukanlah alasan untuk saling menilai atau merendahkan.
Dalam ilustrasi rohani, ia menyinggung kisah ketika murid-murid Yesus menemukan seseorang yang menyembuhkan orang sakit menggunakan nama Tuhan Yesus, namun berasal dari kelompok berbeda. Murid-murid ingin menegur orang tersebut, tetapi Yesus berkata, “Jika mereka menggunakan nama-Ku, berarti mereka ada di pihak kita.” Pesan ini menegaskan bahwa siapapun yang berkarya dalam nama Kristus juga adalah bagian dari murid-murid-Nya.
Menjelang Natal, umat Kristen di Nabire diajak untuk memperdalam iman, meneladani kasih Kristus, serta terus menjaga persatuan tubuh Kristus meski beragam tradisi dan denominasi.

Tinggalkan Balasan