Warga Nabire Pertanyakan Minyak Tanah Subsidi Belum Masuk Jelang Natal

Nabire, 24 Desember 2025 – Warga di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, mempertanyakan belum masuknya minyak tanah (MITAN) subsidi ke pangkalan, padahal perayaan Natal tinggal menghitung hari. Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang masih bergantung pada minyak tanah untuk kebutuhan memasak.

Pantauan media ini pada Senin, 23 Desember 2025 sekitar pukul 11.30 WIT, warga di salah satu kelurahan di Nabire mengaku masih menunggu pasokan minyak tanah subsidi di pangkalan (MITAN). Menurut warga, pasokan minyak tanah sudah berminggu-minggu tidak masuk, sementara Natal tinggal dua hari lagi.
“Sebentar lagi Natal, kami mau masak pakai apa kalau minyak tanah belum juga ada,” keluh salah satu warga.
Saat dikonfirmasi, petugas terkait menyampaikan bahwa pasokan minyak tanah subsidi masih menunggu kapal tanker yang membawa BBM masuk ke Nabire. Pihak pangkalan diminta untuk bersabar hingga distribusi kembali normal.
Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire melalui dinas terkait sebelumnya telah melaksanakan operasi pasar murah untuk membantu masyarakat. Namun, sejumlah warga menilai upaya tersebut belum menjangkau seluruh masyarakat, khususnya yang membutuhkan minyak tanah subsidi.
Salah seorang tim yang terlibat dalam pengawasan menyampaikan imbauan agar masyarakat segera melapor jika menemukan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang merugikan warga. Ia juga meminta media turut mengawasi penyaluran BBM subsidi dan memberitakan jika ditemukan kejanggalan di lapangan.
Warga yang belum mendapatkan minyak tanah subsidi mengaku tidak bisa berbuat banyak. Mereka menilai pertumbuhan penduduk di Nabire yang terus meningkat tidak sebanding dengan kuota minyak tanah subsidi yang terbatas.
Warga pun meminta PT Pertamina untuk lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat serta melakukan evaluasi penyaluran BBM bersubsidi, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan, agar tidak menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

(Samuel Dimara)

Tinggalkan Balasan