Beribadah dan Berdoa Adalah Perintah Tuhan, Renungan Iman bagi Umat Kristen

Nabire, 24 Januari 2026 – Beribadah dan berdoa merupakan perintah Tuhan yang harus dijalankan oleh setiap umat percaya. Hal ini disampaikan dalam renungan rohani hari ini oleh salah seorang hamba Tuhan yang mengajak jemaat untuk semakin setia dalam doa dan ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada firman Tuhan.

Dalam renungan tersebut disampaikan bahwa rajin beribadah adalah perintah Tuhan, sebagaimana teladan Tuhan Yesus yang sejak usia 12 tahun telah setia pergi beribadah. Sementara itu, doa merupakan sarana komunikasi langsung antara manusia dengan Tuhan, baik dilakukan di rumah maupun di tempat ibadah, sesuai dengan kebutuhan dan permohonan masing-masing orang percaya.
Hamba Tuhan tersebut mengingatkan bahwa menjelang akhir zaman, tantangan dan ujian iman akan semakin berat. Namun umat Tuhan diajak untuk tidak hidup dalam kekhawatiran, sebab firman Tuhan menyatakan bahwa penderitaan yang dialami saat ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang telah Tuhan sediakan bagi umat-Nya.
Setiap khotbah yang disampaikan di gereja, kata dia, harus didengar dengan sungguh-sungguh karena firman Tuhan mampu menumbuhkan iman dan menghasilkan buah dalam kehidupan jemaat. Ia mencontohkan ada jemaat yang enggan datang ke gereja karena takut ditegur oleh firman Tuhan yang menyentuh karakter pribadinya, bahkan ada pula yang malas beribadah karena tidak menyukai orang tertentu. Hal ini disebut sebagai salah satu cara iblis menghalangi pertumbuhan rohani jemaat.
Dalam firman Tuhan tentang lalang dan gandum, dijelaskan bahwa pada akhir zaman keduanya akan dipisahkan. Firman ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mengajak umat Tuhan untuk bertumbuh menjadi “gandum” yang berkenan di hadapan Tuhan. Orang yang rajin beribadah berarti sedang membangun komunikasi dengan Tuhan melalui pujian dan penyembahan.
Renungan juga menyinggung tentang kebangkitan kedua, di mana Tuhan berfirman bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya akan dibangkitkan, sekalipun telah mati. Oleh sebab itu, umat Kristen diajak untuk tetap bersatu, setia beribadah di gereja masing-masing, serta berjaga-jaga dan berdoa.
Hamba Tuhan mengingatkan nubuatan akhir zaman yang tertulis dalam Kitab Wahyu 13:16–18, sebagai bagian dari Perjanjian Baru yang akan terjadi menjelang kedatangan Tuhan. Ia menegaskan bahwa tidak seorang pun mengetahui waktu kedatangan Anak Manusia, selain Bapa di surga.
Sebagai penutup, firman Tuhan mengingatkan umat-Nya dengan pesan penuh pengharapan: “Aku segera datang.”

(Samuel Wiliam Dimara)

Tinggalkan Balasan