Pemkab Nabire Gelar Rapat Koordinasi Cegah Dampak Inflasi Jelang Ramadhan

Nabire, 24 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire menggelar rapat koordinasi guna mencegah dampak inflasi yang berpotensi meningkat menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri. Rapat tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Daerah (SETDA) Kabupaten Nabire, Jalan Merdeka, Selasa (21/1/2026), sekitar pukul 10.14 WIT.

Wakil Bupati Nabire, Haji Burhanudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa dampak inflasi tidak hanya terjadi pada harga kebutuhan pokok (sembako), tetapi juga pada komoditas lain seperti daging sapi, terutama saat menjelang hari-hari besar keagamaan. Kenaikan harga ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
“Inflasi bukan hanya soal sembako, tetapi juga daging sapi, harga tiket transportasi udara dan laut yang biasanya melonjak saat hari raya. Ini yang harus kita cegah bersama,” ujar Haji Burhanudin.

Dalam rangka pengendalian inflasi, Pemkab Nabire berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan untuk menertibkan harga sembako, daging sapi, serta tarif transportasi laut dan udara selama masa persiapan Ramadhan.
Wakil Bupati juga merespons keluhan para peternak sapi terkait keterbatasan stok, kendala transportasi laut, serta minimnya modal untuk mendatangkan ternak dari luar Papua. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire memberikan edukasi terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pengawasan ternak, termasuk sosialisasi aturan pemeriksaan kesehatan ternak sebelum disembelih pada hari-hari besar keagamaan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa pengawasan dan pencegahan inflasi harus terus dilaksanakan secara konsisten, terutama menjelang Ramadhan dan Idulfitri. Pemerintah daerah, kata dia, akan turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan harga sembako, daging sapi, cabai, serta tarif transportasi laut dan udara yang diduga mengalami lonjakan.

Harga cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat sorotan khusus. Sekda Nabire mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lingkungan sekitar dengan menanam cabai dan bumbu dapur lainnya guna menekan ketergantungan pasar. Ajakan serupa juga disampaikan oleh Wakil Bupati Nabire.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Wakil Bupati Nabire, Sekda Nabire, perwakilan Kejaksaan Negeri Nabire, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Perindustrian, Kepala BAPPENDA, Kepala Dinas PTSP, Kepala Pelabuhan dan PELNI, perwakilan perhubungan udara, unsur Forkopimda, serta pelaku usaha kecil dan menengah, khususnya pedagang dan peternak.
Dalam pesannya, Sekda Nabire menekankan agar pelaku usaha, khususnya pengusaha ternak yang telah menerima bantuan pemerintah, dapat mandiri dan bertanggung jawab dengan merawat serta mengembangkan bibit ternak yang diberikan.
“Jangan anggap remeh bantuan ternak. Jika dirawat dengan baik dan dikerjakan secara gotong royong, Nabire bisa mandiri dan tidak terus bergantung pada pasokan dari luar Papua,” tegas Yulianus Pasang.
Pemerintah daerah memastikan tidak akan tinggal diam menghadapi dampak inflasi yang terjadi saat ini, dan berkomitmen untuk terus membantu masyarakat guna mengurangi beban ekonomi, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.

(Samuel Wiliam Dimara)

Tinggalkan Balasan